Jumat, 30 November 2012

akankah jakarta seperti solo di tangan jokowi?

. Akankah Masa Depan Jakarta Seperti Solo? silahkan pembaca melakukan penilaian. Ya, penilaian terhadap Jokowi – Ahok. Pada masa kampanye Jokowi pernah berjanji untuk atasi banjir di Jakarta, tetapi di Solo rumah Wakil Walikota Solo Kebanjiran. Selain itu sikap Ahok saat merendahkan pedagang warteg pada acara debat Cagub-Cawagub juga patut dipertimbangkan. Menurut saya, Ibukota Jakarta membutuhkan pemimpin pekerja keras yang siap untuk tidak populer. Dan sudah saatnya strategi pencitraan ditinggalkan, selain minim manfaat, pencitraan yang berlebihan juga dapat menipu masyarakat. Masih ada waktu untuk merenungkan kembali pilihan kita, sampai ketemu besok hari di TPS. Tentunya dengan pilihan kita masing-masing. Pesan saya, apapun latar belakang kita semua, Mari ber-SATU untuk Jakarta yang lebih maju!

Kaitan Sumber Primer n Sekunder Untuk Mendukung Pengembangan Tema Karangan

Kaitan Sumber Primer n Sekunder u/ Mendukung Pengembangan Tema Karangan Tema --à pendek --à kata atau frasa Contoh : bertema percintaan, perjuangan, kesenjangan sosial --à panjang --à kalimat (isinya bersifat umum) Contoh : Dengan semangat sportivitas, kita sukseskan. . . . Melalui Kepedulian Sosial Kita Gencarkan . . . . Tema berarti pokok pemikiran topik yang sudah mengandung tujuan Ide atau gagasan tertentu yang akan disampaikan oleh penulis dalam karangannya disebut tema karangan Contoh : Topik : Penanggulangan Pencemaran Udara Tema : Penanggulangan Pencemaran Udara melalui Pengurangan emisi kendaraan bermotor Tema yang baik harus mengandung kejelasan, kesatuan, perkembangan, keaslian. Penetapan tema sebelum mulai mengarang sangat penting untuk pedoman menulis secara teratur dan jelas sehingga isi karangan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan. Tema dapat juga diartikan sebagai pengungkapan maksud dan tujuan. Rumusan tema boleh lebih dari satu kalimat, asalkan seluruh kalimat bersama-sama mengungkapkan satu ide (ide karangan). Tema adalah adalah topik yang sudah jelas mengandung tujuan. Misalnya, jika topik penanggulangan pencemaran udara disertai tujuan menanggulangi pencemaran udara dengan mengurang emisi kendaraan bermotor maka temanya: penanggulangan pencemaran udara melalui pengurangan emisi kendaraan bermotor. Dari topik dan tema dapat diangkat menjadi judul karangan ilmiah. Mengembangkan kerangka karangan Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan kita terhadap materi yang hendak kita tulis. Jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan. Pengembangan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang ditentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan. Setiap karya tulisan, entah sebuah novel atau surat bisnis, perlu memiliki tema yang dominan atau ide pokok. Tema perlu tertulis dengan jelas dan gamblang tertera dalam surat atau tulisan teknis. Sedangkan dalam sebuah karya kreatif, tema dapat terungkap perlahan-lahan dalam pengembangan karya tersebut; tema ini hanya dapat dimengerti sepenuhnya oleh pembaca di akhir cerita. Akan tetapi, tema diperlukan sejak awal dan berfungsi sebagai benang penyatu antar setiap bab atau paragrafnya. Setiap bagian dari tulisan tersebut perlu berhubungan dengan tema yang telah ditentukan. Inilah yang menyatukan sebuah karya tulisan. Tema karya kreatif mungkin tidak pernah dinyatakan secara tersurat. Contohnya, tema pokok dari "Dr. Zhivago" karya Boris Pasternak adalah integritas pribadi, kejujuran kepada diri sendiri dalam pikiran serta tindakan. Hal-hal ini tidak pernah disebutkan, tetapi ditunjukkan dari sikap karakter-karakter utama; masing-masing dari mereka menampilkan kekuatan dan keberanian dalam menjaga integritas di dunia yang kejam, kacau, dan tampak tak bermoral. Dalam sebuah novel, terkadang kita menemukan tema yang bercabang-cabang menjadi beberapa subtema. Karena ceritanya yang panjang, novel Dr. Zhivago memiliki campuran beberapa tema dan ide dan ada banyak ruang untuk memunculkan kritik terhadap kebangkitan komunisme, terhadap perang dan agresi pada umumnya, terhadap kekuasaan yang berbeda-beda dan juga terhadap cinta. Akan tetapi subtema-subtema ini harus kembali kepada tema yang utama, untuk memperkaya pemahaman dan pengalaman kita tentang ide utama tersebut. Sebagai perbandingan, cerpen pendek atau puisi dapat berfokus sepenuhnya pada satu tema. Walaupun demikian, terkadang ada acuan tersirat atau bahkan acuan gamblang untuk ide atau tema-tema lain, karena tidak ada satu ide atau pengalaman yang berdikari, tetapi pasti berhubungan dan berkaitan dengan ide serta pengalaman-pengalaman lain. Kita dapat mengembangkan tema dengan cara apa saja, atau melalui teknik yang beragam seperti: · pikiran serta ucapan-ucapan dari karakter, · tindakan-tindakan karakter, · membandingkan beberapa masyarakat atau beberapa generasi dalam sebuah masyarakat, · identifikasi nilai dan pengalaman-pengalaman bersama antara kelompok atau generasi-generasi, · cara-cara menghadapi dan mengatasi lingkungan, · penggunaan simbolis dari lanskap dan alam, · ide-ide yang diulang dalam bentuk yang berbeda, · simbol atau hal-hal kebudayaan yang diulang, dan · nilai-nilai yang dikontraskan Salah satu cara untuk merencanakan tulisan Anda adalah menentukan tema pokok, memikirkan cara untuk mengembangkannya, dan menuturkan kompleksitas serta aspek-aspeknya lewat beberapa subtema yang berbeda. Tanyakan pada diri Anda, "Apa yang ingin saya katakan?", Kemudian katakan kepada diri Anda lagi dan lagi, "Apa yang perlu saya katakan tentang hal ini?" Meditasi secara terus-menerus tentang tema dapat menghasilkan harta ide yang melimpah. Untuk mengerti bagaimana tema dikembangkan, bacalah beberapa cerita pendek dan novel-novel yang benar-benar Anda sukai. Amati bagaimana tema di cerita tersebut diperkenalkan, dan bagaimana tema tersebut dikembangkan. Selain itu, berlatihlah dengan proses "asosiasi bebas". Untuk melatih proses ini, Anda hanya perlu mengamati beberapa pikiran, gambar, kenangan, orang, peristiwa dll. yang masuk dalam pikiran Anda ketika Anda fokus pada suatu ide. Contohnya, sebut saja Anda berencana menulis sebuah tema tentang tanggung jawab pribadi. Alih-alih mencoba membentuk tema itu dengan kesadaran sejak awal, tulislah setiap gambar atau kata yang muncul dalam benak Anda. Setiap orang akan muncul dengan koleksi bahan-bahan yang bersifat pribadi dan sangat berbeda-beda karena tidak ada dua orang pun di dunia yang menjalani kehidupan yang sama atau merasakannya dengan cara yang sama. Hasil dari latihan "asosiasi bebas" seperti ini dapat memberikan bibit-bibit untuk "menumbuhkan" dan mengekspresikan tema Anda special thanks to :disini

Sabtu, 20 Oktober 2012

iklan

Belakangan ini banyak sekali iklan sepeda motor di televisi yang terkadang memberikan stimulus ke para pengguna untuk membeli kendaraan yang mereka jual Ditambah pangsa pasar yang mereka incar adalah kalangan remaja yang masih bergejolak emosinya dan cenderung ingin mengikuti trend yang sedang beredar dikalangan remaja seperti balap liar Beberapa jenis sepeda motor yang mengklaim variannya dengan tenaga besar yaitu kawasaki ninja&klx honda cbr 250 yamaha jupiter series suzuki satria f150 Serta banyak lagi varian motor lainnya Para remaja meminta motor tersebut lalu kemudian digunakan untuk balap liar seperti yang di atas tanpa memedulikan resikonya yaitu kecelakaan Sebenarnya di sengaja atau tidak iklan motor tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas karena dari segi pengiklanan yang terlalu menjunjung kecepatan

Jumat, 19 Oktober 2012

tata cara presentasi yg baik

Apa yang Anda rasakan sesaat sebelum tampil melakukan presentasi di depan umum? Apakah telapak tangan Anda berkeringat, kerongkongan kering dan tercekat, wajah memerah, suara bergetar, jantung berdebar, dan perut mulas? Penderitaan semacam ini tak hanya Anda alami saat berbicara di hadapan ratusan orang yang tidak Anda kenal, tetapi juga saat rapat bersama rekan-rekan Anda sendiri. Pada saat itu, Anda sebenarnya sedang mengalami sindrom tidak percaya diri. Penyebabnya, entah karena Anda memang tidak terbiasa berbicara di depan umum, atau tidak siap tampil. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang baru pertama kali menjadi pembicara. Bahkan orang yang sudah sering tampil sebagai public speaker pun masih sering mengalaminya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bisa karena belum mempersiapkan diri dengan materi, bisa pula karena tidak tahu siapa hadirin yang dihadapi. Membangun kepercayaan diri Menurut Alexander Sriewijono, psikolog yang juga pendiri TALK-inc, School for TV Presenter-MC, seorang pembicara yang sukses selalu tahu cara membangkitkan kepercayaan dalam dirinya, sebaik ia tahu cara membawakan pidato atau presentasinya. Apalah artinya kata-kata yang hebat apabila tidak disertai keyakinan pada saat menyampaikannya. Untuk membangun kepercayaan diri, ada tiga strategi yang dapat dilakukan: Mengembangkan sikap matang, yang terdiri atas tiga hal: 1. Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasa takut yang muncul dalam dirinya, dan menjadikan emosi itu sebagai pemacu untuk bertindak sesuai tujuan yang ingin dicapai. 2. Tampilkan kematangan usia, sehingga Anda dapat menyampaikan gagasan dan perasaannya secara dewasa, asertif, dan profesional. Artinya, Anda tidak berbicara seperti remaja, menggunakan gaya bahasa remaja (kecuali saat berbicara di forum remaja), atau berpikir dangkal seperti remaja yang belum mampu berpikir kritis. 3. Membangun gambaran yang positif terhadap diri sendiri. Penilaian orang lain terhadap diri kita (impression) sering mempengaruhi penilaian kita tentang diri sendiri (self-image). Penilaian yang buruk membuat kita jadi rendah diri. Bagi orang yang memiliki penghargaan diri (self-esteem) yang rendah, penilaian orang lain terhadap dirinya membuat ia menjadi terpuruk. Inilah mengapa kita cemas atau takut tidak tampil bagus, takut ditertawakan, takut salah, dan seterusnya. Kendalikan penghambat kepercayaan diri Anda, yang umumnya ada tiga hal: 1. Cara berpikir negatif terhadap diri sendiri, seperti perasaan tidak siap tampil di depan umum, tidak menguasai topik, takut dikritik, takut presentasinya akan mengecewakan, tidak tahu apa yang harus disampaikan, dan lain-lain. Jelas bukan hadirin yang membuat Anda tidak percaya diri, melainkan pikiran negatif Anda sendiri. 2. Nyatakan perasaan atau pikiran Anda dengan lebih spesifik, apakah sedih, takut, kecewa, kesepian, dan sebagainya; bukannya “saya merasa kacau”. Ketika mengekspresikan perasaan marah, jelaskan dulu perilaku spesifik yang tidak Anda sukai, lalu perasaan Anda sendiri. Atau bila ada perasaan ganda mengenai sesuatu, sampaikan dengan jelas. Misalnya, “Saya punya perasaan ganda tentang apa yang baru Anda lakukan. Saya senang dan berterima kasih Anda telah membantu saya menjelaskan masalah, tapi saya tidak suka diinterupsi ketika belum selesai berbicara.” Penggunaan kata “Saya” atau “Saya merasa” akan membantu Anda mengekspresikan perasaan yang sulit tanpa menyerang harga diri lawan bicara. 3. Cara Anda menempatkan diri yang terlalu rendah atau terlalu tinggi di hadapan orang lain. Pembicara yang memandang dirinya lebih dari orang lain tidak dapat menciptakan atmosfer yang positif dalam suatu presentasi. Ia berbicara terus-menerus, mendominasi percakapan, dan tidak memberikan kesempatan pada hadirin untuk mengungkapkan gagasan, sehingga komunikasi berlangsung satu arah. Sebaiknya, pembicara yang merasa dirinya lebih rendah daripada hadirin cenderung tidak tegas ketika menyampaikan suatu pesan yang harus diwujudkan dalam tindakan. Ia membiarkan hadirin mendebat argumentasinya tanpa hasrat kuat untuk mempertahankannya. Ketika hadirin asyik berbicara sendiri, ia tidak berani memperingatkannya. Atasi rasa takut Anda. Anda bisa membiarkan rasa takut menguasai pikiran, atau justru menggunakannya untuk membuat latihan berbicara yang maksimal. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum menyampaikan presentasi: * Atur nafas sampai merasa tenang. * Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato. * Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat. * Jangan biarkan hadiri mengetahui kegugupan Anda, apalagi meminta maaf untuknya. * Buatlah persiapan matang sebelum tampil. * Terimalah ketidaksempurnaan. * Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada komunikasi. * Jangan membebani pikiran dengan berusaha menghafal isi pidato. * Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan. * Bayangkan diri Anda tengah memberikan pidato yang bagus dan kuat. source http://faisal14.wordpress.com

Jumat, 28 September 2012

Perkembangan Bahasa Indonesia Saat Ini

Bahasa Indonesia ialah bahasa resmi Republik Indonesia. Awal penciptaan Bahasa Indonesia Sumpah Pemuda, yaitu pada 28 Oktober 1928. Pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Muhammad Yamin mengusulkan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia selepas kemerdekaan dan telah diresmikan pada tahun 1945. Namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia saja yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibunda, karena dalam percakapan sehari-hari yang tidak resmi, masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing sebagai bahasa ibu seperti bahasa Melayu pasar, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan lain sebagainya. Untuk mengikuti pertumbuhan bahasa Indonesia dari awal, terdapat fakta-fakta histories hingga sekarang sebagai berikut. A. Sebelum Masa Kolonial Bahasa Melayu dipakai oleh kerajaan Sriwijaya pada abad VII. Hal ini terbukti dengan adanya empat buah batu bertulis peninggalan kerajaan Sriwijaya. Keempat batu bersurat itu ditemukan di Kedukan Bukit (680), di Talang Tuwo (dekat Palembang) (684), di Kota Kapur (Bangka Barat) (686), di Karang Berahi (Jambi) (688). Bukti lain ditemukan di Pulau Jawa yaitu di Kedu. Di situ ditemukan sebuah prasasti yang terkenal bernama inskripsi Gandasuli (832) Berdasarkan penyelidikan Dr. J.G. De Casparis dinyatakan bahwa bahasanya adalah bahasa Melayu kuno dengan adanya dialek Melayu Ambon, Timor, Manado, dsb. B. Masa Kolonial Ketika orang-orang barat sampai di Indonesia pada abad XVII, mereka menghadapi suatu kenyataan bahwa bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi dalam pergaulan dan bahasa perantara dalam perdagangan. Ketika bangsa Portugis maupun bangsa Belanda mendirikan sekolah-sekolah, mereka terbentur dalam soal bahasa pengantar. Usaha menerapkan bahasa Portugis dan Belanda sebagai bahasa pengantar mengalami kegagalan. Demikian pengakuan Belanda Dancerta tahun 1631. Ia mengatakan bahwa kebanyakan sekolah di Maluku memakai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. C. Masa Pergerakan Kebangsaan Pada waktu timbulnya pergerakan kebangsaan terasa perlu adanya suatu bahasa nasional, untuk mengikat bermacam-macam suku bangsa di Indonesia. Suatu pergerakan yang besar dan hebat hanya dapat berhasil kalau semua rakyat diikutsertakan. Untuk itu, mereka mencari bahasa yang dapat dipahami dan dipakai oleh semua orang. Pada mulanya agak sulit untuk menentukan bahasa mana yang akan menjadi bahasa persatuan., tetapi mengingat kesulitan-kesulitan untuk mempersatukan berbagai suku bangsa akhirnya pada 1926 Yong Java mengakui dan memilih bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Dengan adanya bermacam-macam faktor seperti tersebut di atas,akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu saat berlangsungnya Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta dihasilkan ikrar bersama, “IkrarSumpah Pemuda”. 1. Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu Tanah air Indonesia. 2. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia. 3. Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. D. Masa Jepang dan Zaman Kemerdekaan Setelah Perang Dunia II, ketika tentara Jepang memasuki Indonesia, bahasa Indonesia telah menduduki tempat yang penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Usaha Jepang untuk menggunakan bahasa Jepang sebagai pengganti bahasa Belanda tidak terlaksana. Bahasa Indonesia juga dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan dan untuk keperluan ilmu pengetahuan. Selepas tahun 1972, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicadangkan. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia semakin distandardkan. Perubahan: Sebelum 1972 Sejak 1972 Indonesia Malaysia tj ch c dj J j ch kh kh nj ny ny sj sh sy j Y y oe* U u Catatan: Pada tahun 1947, "oe" sudah digantikan dengan "u". Bahasa mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dan bangsa. Bahasa bukan saja merupakan alat komunikasi tetapi lebih dari itu bahasa dapat merupakan alat politis untuk mempersatukan bangsa. Bahasa Indonesia di Persimpangan Jalan Dewasa ini telah digalakkan usaha pengembangan bahasa Indonesia karena ada gagasan bahwa bahasa Indonesia harus dapat dijadikan bahasa keilmuan. Untuk itu perlu ada suatu tekad untuk memodernkan bahasa Indonesia. Usaha pemodernan telah ditandai dengan dibentuknya Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan diterbitkannya buku Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Indonesia Baku Bahasa Indonesia. Lebih dari itu, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar belum merupakan suatu kebanggaan atau gengsi bagi penuturnya. Bahkan suatu struktur bahasa yang baik dan benar sering menjadi olok-olok sehingga dalam suatu artikel di sebuah majalah terkenal seorang penulis menganjurkan untuk mengganti Pusat Pembinaan Bahasa dengan Pusat Pembinasaan Bahasa. Penulis tersebut nampaknya tidak dapat membedakan antara bahasa baku dan ragam bahasa. Memang tidak mudah untuk memahamkan betapa pentingnya pengembangan dan pemodernan bahasa Indonesia kalau banyak orang (cendekiawan) yang sudah merasa mampu berbahasa Indonesia walaupun kemampuan tersebut mungkin diperoleh secara alamiah saja. Sementara itu, seorang pengamat bahasa dan sosial juga merasa frustrasi menyaksikan kenyataan bahwa sekarang orang lebih banyak menggunakan kesalahkaprahan sehingga dia menganjurkan untuk membakukan saja kesalahkaprahan tersebut (misalnya penggunakan kata daripada yang tidak pada tempatnya). Bahasa dapat mempunyai dampak yang luas dalam penyebaran maupun pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia sedang bersaing dengan bahasa asing dalam menemukan ciri khasnya. Sikap sinis dan apriori terhadap pengembangan bahasa merupakan salah satu faktor yang menghambat pengembangan itu sendiri. Bahasa Indonesia nampaknya masih dipandang sebagai bahasa politis atau sebagai simbol persatuan tetapi belum dikembangkan menjadi sarana komunikasi untuk pengungkapan informasi yang kompleks dalam bidang keilmuan. Atas dasar struktur dan morfologi bahasa Indonesia yang sekarang tersedia, bahasa Indonesia sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi bahasa yang maju dan canggih sebagai bahasa keilmuan sehingga para pelajar dapat menikmati karya-karya sastra, ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi tanpa harus menunggu kefasihan berbahasa asing. Pada gilirannya, kefasihan berbahasa Indonesia akan sangat membantu proses dan pemahaman dalam belajar bahasa asing itu sendiri. Perguruan tinggi merupakan pusat pengembangan ilmu sehingga perguruan tinggi tidak dapat melepaskan diri dari fungsinya sebagai pengembang bahasa Indonesia. Perguruan tinggi tidak harus tunduk pada apa yang nyatanya dipraktikkan tetapi harus dapat mempengaruhi selera penggunaan bahasa oleh masyarakat. Kalau perguruan tinggi hanya mengajarkan apa yang nyatanya dipraktikkan dalam masyarakat maka hilanglah fungsi perguruan tinggi sebagai agen pengembangan dan perubahan (kemajuan). Perguruan tinggi hanya berfungsi tidak lebih dari sebuah kursus keterampilan. Dalam hal penggunaan bahasa, memang dapat diterima pandangan yang menyatakan bahwa the public has the final taste. Akan tetapi, selera masyarakat dapat diarahkan menuju ke selera bahasa yang tinggi kalau alternatifalternatif yang berselera tinggi ditawarkan kepada mereka. Barangkali apa yang diungkapkan oleh Moeliono berikut dapat menjadi landasan kita dalam bersikap terhadap pengembangan bahasa. "The language planners and we mean not only the experts but also the members of other social groups who wish to see the Indonesian language become more refined, more flexible, more accurate and capable of serving its speakers in all of its purposes, should wholeheartedly try to guide the direction of the public's taste by setting the example that is sensitive to the language's uniformity as well as its multivariousness. If we want to expand the vocabulary and develop various styles, the problem that arises is whether the Indonesian language has enough means to make this modernization possible? To answer this question its speakers must exercise their creative power; they should not try to escape from difficulties and thereby abandon their ingrained tendency to stick to an accepted usage. Sumber : "Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah, Universitas Widyatama Bandung, 2007" "Aspek Kebahasaan Indonesia Dalam Karya Tulis Akademik / Ilmiah/Kesarjanaan."

Layanan BBM di BlackBerry 10 Tak Lagi Pakai PIN [tugas bahasa indonesia]

BlackBerry Messenger (BBM) merupakan salah satu layanan eksklusif dari Research in Motion (RIM) yang menjadi andalan sampai saat ini. Layanan pesan instan tersebut sejatinya menggunakan PIN (Personal Identification Number) sebagai kode identifikasi dan hanya terdapat di perangkat BlackBerry. PIN yang terdiri dari delapan digit tersebut sudah ditanam dan berbeda-beda pada tiap perangkat. Namun sistem operasi BlackBerry 10 yang sedang digodok RIM akan menghadirkan BBM yang tidak lagi menggunakan PIN. Benar, BBM yang ada di BlackBerry 10 tak lagi menggunakan PIN dan diganti menggunakan BlackBerry ID. Dikabarkan, para pengguna yang saat ini sedang menggunakan BBM terbaru versi beta masih tidak bisa bertukar suara dengan pengguna BBM yang menggunakan perangkat model lama karena terkendala perbedaan versi. Namun RIM berjanji akan memberikan update untuk pengguna BlackBerry 7, 6, dan perangkat lainnya. Update tersebut akan memisahkan BBM dari perangkat yang menggunakan PIN dan menyatukannya ke BBID pengguna tersebut. Dengan begitu, BlackBerry ID akan menjadi single login untuk hampir semua layanan BlackBerry. Update: Salah satu member TeknoUp dengan username teknoleft mengonfirmasi BBM terbaru bisa terkoneksi dengan versi lama dan bisa berjalan tanpa perlu langganan operator BIS lagi, karena akan dibuka untuk umum. BBM bisa berjalan dengan WiFi tanpa simcard, atau bisa pakai GPRS operator

Selasa, 05 Juni 2012

uang,bank,dan penciptaan uang

Uang, Bank, dan Penciptaan Uang Jenis-jenis uang Uang Kartal Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi. Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank. Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri : • Dikeluarkan oleh pemerintah • Dijamin oleh undang undang • Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya • Ditanda tangani oleh mentri keuangan Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank. Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut. • Dikeluarkan oleh Bank Sentral • Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral • Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia) • Ditandatangani oleh gubernur bank sentral. Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya A. Uang logam Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya. Uang logam memiliki tiga macam nilai. Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain : • Tahan lama dan tidak mudah rusak (Durability) • Digemari oleh umum atau sebagian besar masyarakat (Acceptability) • Nilainya tinggi dan jumlahnya terbatas (Scarcity) • Nilainya tetap sekalipun dipecah menjadi bagian-bagian kecil (Divisibility) Sekalipun emas dan perak sudah memenuhi syarat-syarat uang, namun pada saat ini, emas dan perak tidak dipakai lagi sebagai bahan uang karena beberapa alasan, yaitu:[rujukan?] • Jumlahnya sangat langka sehingga sulit didapatkan dalam jumlah besar. • Kadar emas disetiap daerah berbeda-beda menyebabkan persediaan emas tidak sama • Nilainya tidak dapat diukur dengan tepat • Uang emas semakin hilang dari peredaran, biasanya karena banyak yang dilebur atau dijadikan perhiasan. Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00). Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso). B. Uang kertas Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas). Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas : • Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan. • Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral, Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya : • Penghematan terhadap pemakaian logam mulia • Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam. • Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang • Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar Uang Giral Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral. Terjadinya uang giral Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut. • Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet. Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara di atas disebut primary deposit. • Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut derivative deposit • Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit. Keuntungan menggunakan uang giral Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut. • Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang • Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik cek/bilyet giro) • Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran. Uang Kuasi Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik. source http://ekonurzhafar.wordpress.com