Jumat, 12 April 2013
penulisan ilmiah
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Gitar adalah sebuah alat music berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik, umumnya menggunakan jari maupun plektrum . Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher yang padat sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam didempetkan. Gitar secara tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan senar yang terbuat dari nilon maupun baja.Beberapa gitar modern dibuat dari material polikarbonat. Karena gitar merupakan alat music,maka diperlukan juga standarisasi setiap nada di dawainya.
Alat yang di gunakan untuk standarisasi nada di dawai gitar disebut “guitar tunner” . Alat ini berbentuk seperti pager ataupun multitester yang cara penggunaanya dengan di colokkan ataupun di letakkan di tabung resonator gitar dan kemudian dawai gitar di petik.
Kendala yang di temukan oleh penulis adalah ketersediaan alat “guitar tunner” yang cukup sulit di temui,oleh karena itu penulis mencoba membuat aplikasi “guitar tunner” emulator berbasis android yang bernama “setel gitarku” yang lebih mudah didapat dan lebih user friendly .
1.2 Ruang lingkup
Pengguna gitar yang baru belajar sampai mahir yang membutuhkan not yang tepat saat menyetel gitarnya untuk dapat menghasilkan nada yang indah dan merdu serta nyaman untuk di mainkan serta pengguna handheld yang berbasis system operasi android baik itu berupa handphone,phablet maupun tablet PC.
1.3 Tujuan
untuk memenuhi kelulusan Penulisan Ilmiah yaitu tugas setara D3.dan tujuan untuk merancang aplikasi setel gitarku berbasis android yang berguna untuk membantu pengguna gitar untuk menyetel atau men’stem’ gitar dengan nada yang pas.
1.4 Metode penelitian
studi kepustakaan
dari berbagai sumber yang terpercaya seperti buku-buku pembelajaran menyetel gitar ,tutorial pemrograman android baik itu referensi dari internet maupun buku,alat bantu berupa “guitar tunning” serta pengalaman penulis
peralatan dan bahan
Hardware:
Komputer :
• processor intel core i5 3Ghz sandy bridge
• memory 8gb ram
• hardisk 500gb
• vga Nvidia Geforce GT630
Handphone uji coba:
samsung galaxy note n7000
• processor dual core 1,4 Ghz cortex-A9
• memory 1 Gb ram
• 5.3 inch super amoled screen
smartfren andro tab 7.0
• processor single core 1Ghz cortex arm A9
• memory 1Gb ram
• 7 inch tft led screen
Software:
Komputer
• Sistem operasi windows 7 ultimate 32 bit.
• ADT 18.0.0.
• Android 2.2_r02 for windows.
• Android sdk r18 for windows.
• Google apis 8_ro2.
• Jdk 7 windows i586.
• Platform tools r10 for windows.
• software eclipse java indigo sr1 32 bit.
Handphone
Samsung galaxy note
• system operasi android 4.0.4 ice cream sandwich.
• kernel 3.0.15-N7000DXLR5-CL968032 dpi@DELL141#3.
smartfren andro tab
• system operasi android 4.0.3 ice cream sandwich.
• Kernel 3.0.8
observasi
Dengan mendatangi ke studio music,melakukan tanya jawab ke berbagai pengguna alat music gitar,dan mencoba sendiri dengan alat bantu “guitar tunner”
Tahapan tahapan
a. Penginstallan software java eclipse indigo dan pluggin sdk di computer penulis.
b. Pengumpulan materi yang akan di gunakan dalam aplikasi.
c. Pembuatan coding aplikasi setel gitarku.
d. Trial and error di handheld penulis dan beberapa smartphone lain yang berbasis android
1.4 sistematika Tulisan Ilmiah
BAB 1 pendahuluan
berisi tentang latar belakang pembuatan “setel gitarku” yang berbasis android
BAB 2 teori
Berisi tentang informasi yang di gunakan dalam pembuatan aplikasi dan buku-buku dan sumber yang relevan
BAB 3 pembahasan
Berisi tentang informasi dan coding pembuatan aplikasi
BAB 4 kesimpulan
Rangkuman mengenai penulisan ilmiah
Nama : sofyan abdul hermawan
Npm : 16110637
Kelas : 3ka30
judul : setel gitarku berbasis android dengan java eclipse indigo dan sdk
Selasa, 09 April 2013
aturan silogisme
Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
Contoh :
Semua mahasiswa Gunadarma belajar Bahasa Indonesia
Adi Mahasiswa Gunadarma
Jadi Adi belajar bahasa Indonesia
B. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
Contoh :
Semua wanita cantik
Dini adalah seorang wanita
Jadi Dini cantik
C. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
Contoh :
Semua binatang tidak bernafas dengan paru-paru
Semua binatang tidak tinggal di darat
D. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
Contoh :
Tidak se ekor ayam pun adalah manusia
Semua ayam berkokok
Jadi manusia tidak berkokok
E. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
Contoh :
Semua karyawan mengikuti rapat
Tono adalah seorang karyawan
Jadi Tono harus mengikuti rapat
F. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh :
Sebagian karyawan lulusan Universitas
Sebagian mahasiswa adalah karyawan
G. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
Contoh :
Semua ikan berbau amis
Gurame adalah jenis ikan
Jadi Garame berbau amis
H. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh :
Beberapa daun berwarna coklat
Tidak seekor binatang pun memiliki daun
source http://aulianingrum.blogspot.com
Jumat, 30 November 2012
akankah jakarta seperti solo di tangan jokowi?
. Akankah Masa Depan Jakarta Seperti Solo? silahkan pembaca melakukan penilaian. Ya, penilaian terhadap Jokowi – Ahok. Pada masa kampanye Jokowi pernah berjanji untuk atasi banjir di Jakarta, tetapi di Solo rumah Wakil Walikota Solo Kebanjiran. Selain itu sikap Ahok saat merendahkan pedagang warteg pada acara debat Cagub-Cawagub juga patut dipertimbangkan.
Menurut saya, Ibukota Jakarta membutuhkan pemimpin pekerja keras yang siap untuk tidak populer. Dan sudah saatnya strategi pencitraan ditinggalkan, selain minim manfaat, pencitraan yang berlebihan juga dapat menipu masyarakat.
Masih ada waktu untuk merenungkan kembali pilihan kita, sampai ketemu besok hari di TPS. Tentunya dengan pilihan kita masing-masing. Pesan saya, apapun latar belakang kita semua, Mari ber-SATU untuk Jakarta yang lebih maju!
Kaitan Sumber Primer n Sekunder Untuk Mendukung Pengembangan Tema Karangan
Kaitan Sumber Primer n Sekunder u/ Mendukung Pengembangan Tema Karangan
Tema --à pendek --à kata atau frasa
Contoh : bertema percintaan, perjuangan, kesenjangan sosial
--à panjang --à kalimat (isinya bersifat umum)
Contoh : Dengan semangat sportivitas, kita sukseskan. . . .
Melalui Kepedulian Sosial Kita Gencarkan . . . .
Tema berarti pokok pemikiran
topik yang sudah mengandung tujuan
Ide atau gagasan tertentu yang akan disampaikan oleh penulis
dalam karangannya disebut tema karangan
Contoh :
Topik : Penanggulangan Pencemaran Udara
Tema : Penanggulangan Pencemaran Udara melalui Pengurangan emisi kendaraan
bermotor
Tema yang baik harus mengandung kejelasan, kesatuan, perkembangan, keaslian.
Penetapan tema sebelum mulai mengarang sangat penting untuk pedoman menulis secara teratur dan jelas sehingga isi karangan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.
Tema dapat juga diartikan sebagai pengungkapan maksud dan tujuan.
Rumusan tema boleh lebih dari satu kalimat, asalkan seluruh kalimat bersama-sama mengungkapkan satu ide (ide karangan).
Tema adalah adalah topik yang sudah jelas mengandung tujuan. Misalnya, jika topik penanggulangan pencemaran udara disertai tujuan menanggulangi pencemaran udara dengan mengurang emisi kendaraan bermotor maka temanya: penanggulangan pencemaran udara melalui pengurangan emisi kendaraan bermotor.
Dari topik dan tema dapat diangkat menjadi judul karangan ilmiah.
Mengembangkan kerangka karangan
Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan kita terhadap materi yang hendak kita tulis. Jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan. Pengembangan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang ditentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.
Setiap karya tulisan, entah sebuah novel atau surat bisnis, perlu memiliki tema yang dominan atau ide pokok. Tema perlu tertulis dengan jelas dan gamblang tertera dalam surat atau tulisan teknis. Sedangkan dalam sebuah karya kreatif, tema dapat terungkap perlahan-lahan dalam pengembangan karya tersebut; tema ini hanya dapat dimengerti sepenuhnya oleh pembaca di akhir cerita. Akan tetapi, tema diperlukan sejak awal dan berfungsi sebagai benang penyatu antar setiap bab atau paragrafnya. Setiap bagian dari tulisan tersebut perlu berhubungan dengan tema yang telah ditentukan. Inilah yang menyatukan sebuah karya tulisan.
Tema karya kreatif mungkin tidak pernah dinyatakan secara tersurat. Contohnya, tema pokok dari "Dr. Zhivago" karya Boris Pasternak adalah integritas pribadi, kejujuran kepada diri sendiri dalam pikiran serta tindakan. Hal-hal ini tidak pernah disebutkan, tetapi ditunjukkan dari sikap karakter-karakter utama; masing-masing dari mereka menampilkan kekuatan dan keberanian dalam menjaga integritas di dunia yang kejam, kacau, dan tampak tak bermoral.
Dalam sebuah novel, terkadang kita menemukan tema yang bercabang-cabang menjadi beberapa subtema. Karena ceritanya yang panjang, novel Dr. Zhivago memiliki campuran beberapa tema dan ide dan ada banyak ruang untuk memunculkan kritik terhadap kebangkitan komunisme, terhadap perang dan agresi pada umumnya, terhadap kekuasaan yang berbeda-beda dan juga terhadap cinta. Akan tetapi subtema-subtema ini harus kembali kepada tema yang utama, untuk memperkaya pemahaman dan pengalaman kita tentang ide utama tersebut.
Sebagai perbandingan, cerpen pendek atau puisi dapat berfokus sepenuhnya pada satu tema. Walaupun demikian, terkadang ada acuan tersirat atau bahkan acuan gamblang untuk ide atau tema-tema lain, karena tidak ada satu ide atau pengalaman yang berdikari, tetapi pasti berhubungan dan berkaitan dengan ide serta pengalaman-pengalaman lain.
Kita dapat mengembangkan tema dengan cara apa saja, atau melalui teknik yang beragam seperti:
· pikiran serta ucapan-ucapan dari karakter,
· tindakan-tindakan karakter,
· membandingkan beberapa masyarakat atau beberapa generasi dalam sebuah masyarakat,
· identifikasi nilai dan pengalaman-pengalaman bersama antara kelompok atau generasi-generasi,
· cara-cara menghadapi dan mengatasi lingkungan,
· penggunaan simbolis dari lanskap dan alam,
· ide-ide yang diulang dalam bentuk yang berbeda,
· simbol atau hal-hal kebudayaan yang diulang, dan
· nilai-nilai yang dikontraskan
Salah satu cara untuk merencanakan tulisan Anda adalah menentukan tema pokok, memikirkan cara untuk mengembangkannya, dan menuturkan kompleksitas serta aspek-aspeknya lewat beberapa subtema yang berbeda. Tanyakan pada diri Anda, "Apa yang ingin saya katakan?", Kemudian katakan kepada diri Anda lagi dan lagi, "Apa yang perlu saya katakan tentang hal ini?" Meditasi secara terus-menerus tentang tema dapat menghasilkan harta ide yang melimpah.
Untuk mengerti bagaimana tema dikembangkan, bacalah beberapa cerita pendek dan novel-novel yang benar-benar Anda sukai. Amati bagaimana tema di cerita tersebut diperkenalkan, dan bagaimana tema tersebut dikembangkan. Selain itu, berlatihlah dengan proses "asosiasi bebas". Untuk melatih proses ini, Anda hanya perlu mengamati beberapa pikiran, gambar, kenangan, orang, peristiwa dll. yang masuk dalam pikiran Anda ketika Anda fokus pada suatu ide. Contohnya, sebut saja Anda berencana menulis sebuah tema tentang tanggung jawab pribadi. Alih-alih mencoba membentuk tema itu dengan kesadaran sejak awal, tulislah setiap gambar atau kata yang muncul dalam benak Anda. Setiap orang akan muncul dengan koleksi bahan-bahan yang bersifat pribadi dan sangat berbeda-beda karena tidak ada dua orang pun di dunia yang menjalani kehidupan yang sama atau merasakannya dengan cara yang sama. Hasil dari latihan "asosiasi bebas" seperti ini dapat memberikan bibit-bibit untuk "menumbuhkan" dan mengekspresikan tema Anda
special thanks to :disini
Sabtu, 20 Oktober 2012
iklan
Belakangan ini banyak sekali iklan sepeda motor di televisi yang terkadang memberikan stimulus ke para pengguna untuk membeli kendaraan yang mereka jual
Ditambah pangsa pasar yang mereka incar adalah kalangan remaja yang masih bergejolak emosinya dan cenderung ingin mengikuti trend yang sedang beredar dikalangan remaja seperti balap liar
Beberapa jenis sepeda motor yang mengklaim variannya dengan tenaga besar yaitu
kawasaki ninja&klx
honda cbr 250
yamaha jupiter series
suzuki satria f150
Serta banyak lagi varian motor lainnya
Para remaja meminta motor tersebut lalu kemudian digunakan untuk balap liar seperti yang di atas tanpa memedulikan resikonya yaitu kecelakaan
Sebenarnya di sengaja atau tidak iklan motor tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas karena dari segi pengiklanan yang terlalu menjunjung kecepatan
Jumat, 19 Oktober 2012
tata cara presentasi yg baik
Apa yang Anda rasakan sesaat sebelum tampil melakukan presentasi di depan umum? Apakah telapak tangan Anda berkeringat, kerongkongan kering dan tercekat, wajah memerah, suara bergetar, jantung berdebar, dan perut mulas? Penderitaan semacam ini tak hanya Anda alami saat berbicara di hadapan ratusan orang yang tidak Anda kenal, tetapi juga saat rapat bersama rekan-rekan Anda sendiri.
Pada saat itu, Anda sebenarnya sedang mengalami sindrom tidak percaya diri. Penyebabnya, entah karena Anda memang tidak terbiasa berbicara di depan umum, atau tidak siap tampil. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang baru pertama kali menjadi pembicara. Bahkan orang yang sudah sering tampil sebagai public speaker pun masih sering mengalaminya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bisa karena belum mempersiapkan diri dengan materi, bisa pula karena tidak tahu siapa hadirin yang dihadapi.
Membangun kepercayaan diri Menurut Alexander Sriewijono, psikolog yang juga pendiri TALK-inc, School for TV Presenter-MC, seorang pembicara yang sukses selalu tahu cara membangkitkan kepercayaan dalam dirinya, sebaik ia tahu cara membawakan pidato atau presentasinya. Apalah artinya kata-kata yang hebat apabila tidak disertai keyakinan pada saat menyampaikannya.
Untuk membangun kepercayaan diri, ada tiga strategi yang dapat dilakukan: Mengembangkan sikap matang, yang terdiri atas tiga hal:
1. Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasa takut yang muncul dalam dirinya, dan menjadikan emosi itu sebagai pemacu untuk bertindak sesuai tujuan yang ingin dicapai.
2. Tampilkan kematangan usia, sehingga Anda dapat menyampaikan gagasan dan perasaannya secara dewasa, asertif, dan profesional. Artinya, Anda tidak berbicara seperti remaja, menggunakan gaya bahasa remaja (kecuali saat berbicara di forum remaja), atau berpikir dangkal seperti remaja yang belum mampu berpikir kritis.
3. Membangun gambaran yang positif terhadap diri sendiri. Penilaian orang lain terhadap diri kita (impression) sering mempengaruhi penilaian kita tentang diri sendiri (self-image). Penilaian yang buruk membuat kita jadi rendah diri.
Bagi orang yang memiliki penghargaan diri (self-esteem) yang rendah, penilaian orang lain terhadap dirinya membuat ia menjadi terpuruk. Inilah mengapa kita cemas atau takut tidak tampil bagus, takut ditertawakan, takut salah, dan seterusnya.
Kendalikan penghambat kepercayaan diri Anda, yang umumnya ada tiga hal:
1. Cara berpikir negatif terhadap diri sendiri, seperti perasaan tidak siap tampil di depan umum, tidak menguasai topik, takut dikritik, takut presentasinya akan mengecewakan, tidak tahu apa yang harus disampaikan, dan lain-lain. Jelas bukan hadirin yang membuat Anda tidak percaya diri, melainkan pikiran negatif Anda sendiri.
2. Nyatakan perasaan atau pikiran Anda dengan lebih spesifik, apakah sedih, takut, kecewa, kesepian, dan sebagainya; bukannya “saya merasa kacau”. Ketika mengekspresikan perasaan marah, jelaskan dulu perilaku spesifik yang tidak Anda sukai, lalu perasaan Anda sendiri. Atau bila ada perasaan ganda mengenai sesuatu, sampaikan dengan jelas. Misalnya, “Saya punya perasaan ganda tentang apa yang baru Anda lakukan. Saya senang dan berterima kasih Anda telah membantu saya menjelaskan masalah, tapi saya tidak suka diinterupsi ketika belum selesai berbicara.” Penggunaan kata “Saya” atau “Saya merasa” akan membantu Anda mengekspresikan perasaan yang sulit tanpa menyerang harga diri lawan bicara.
3. Cara Anda menempatkan diri yang terlalu rendah atau terlalu tinggi di hadapan orang lain. Pembicara yang memandang dirinya lebih dari orang lain tidak dapat menciptakan atmosfer yang positif dalam suatu presentasi. Ia berbicara terus-menerus, mendominasi percakapan, dan tidak memberikan kesempatan pada hadirin untuk mengungkapkan gagasan, sehingga komunikasi berlangsung satu arah. Sebaiknya, pembicara yang merasa dirinya lebih rendah daripada hadirin cenderung tidak tegas ketika menyampaikan suatu pesan yang harus diwujudkan dalam tindakan. Ia membiarkan hadirin mendebat argumentasinya tanpa hasrat kuat untuk mempertahankannya. Ketika hadirin asyik berbicara sendiri, ia tidak berani memperingatkannya. Atasi rasa takut Anda. Anda bisa membiarkan rasa takut menguasai pikiran, atau justru menggunakannya untuk membuat latihan berbicara yang maksimal.
Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum menyampaikan presentasi:
* Atur nafas sampai merasa tenang.
* Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato.
* Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat.
* Jangan biarkan hadiri mengetahui kegugupan Anda, apalagi meminta maaf untuknya.
* Buatlah persiapan matang sebelum tampil.
* Terimalah ketidaksempurnaan.
* Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada komunikasi.
* Jangan membebani pikiran dengan berusaha menghafal isi pidato.
* Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan.
* Bayangkan diri Anda tengah memberikan pidato yang bagus dan kuat.
source http://faisal14.wordpress.com
Jumat, 28 September 2012
Perkembangan Bahasa Indonesia Saat Ini
Bahasa Indonesia ialah bahasa resmi Republik Indonesia. Awal penciptaan Bahasa Indonesia Sumpah Pemuda, yaitu pada 28 Oktober 1928. Pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Muhammad Yamin mengusulkan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia selepas kemerdekaan dan telah diresmikan pada tahun 1945. Namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia saja yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibunda, karena dalam percakapan sehari-hari yang tidak resmi, masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing sebagai bahasa ibu seperti bahasa Melayu pasar, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan lain sebagainya.
Untuk mengikuti pertumbuhan bahasa Indonesia dari awal, terdapat fakta-fakta histories hingga sekarang sebagai berikut.
A. Sebelum Masa Kolonial
Bahasa Melayu dipakai oleh kerajaan Sriwijaya pada abad VII. Hal ini terbukti dengan adanya empat buah batu bertulis peninggalan kerajaan Sriwijaya. Keempat batu bersurat itu ditemukan di Kedukan Bukit (680), di Talang Tuwo (dekat Palembang) (684), di Kota Kapur (Bangka Barat) (686), di Karang Berahi (Jambi) (688). Bukti lain ditemukan di Pulau Jawa yaitu di Kedu. Di situ ditemukan sebuah prasasti yang terkenal bernama inskripsi Gandasuli (832) Berdasarkan penyelidikan Dr. J.G. De Casparis dinyatakan bahwa bahasanya adalah bahasa Melayu kuno dengan adanya dialek Melayu Ambon, Timor, Manado, dsb.
B. Masa Kolonial
Ketika orang-orang barat sampai di Indonesia pada abad XVII, mereka menghadapi suatu kenyataan bahwa bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi dalam pergaulan dan bahasa perantara dalam perdagangan. Ketika bangsa Portugis maupun bangsa Belanda mendirikan sekolah-sekolah, mereka terbentur dalam soal bahasa pengantar. Usaha menerapkan bahasa Portugis dan Belanda sebagai bahasa pengantar mengalami kegagalan. Demikian pengakuan Belanda Dancerta tahun 1631. Ia mengatakan bahwa kebanyakan sekolah di Maluku memakai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar.
C. Masa Pergerakan Kebangsaan
Pada waktu timbulnya pergerakan kebangsaan terasa perlu adanya suatu bahasa nasional, untuk mengikat bermacam-macam suku bangsa di Indonesia. Suatu pergerakan yang besar dan hebat hanya dapat berhasil kalau semua rakyat diikutsertakan. Untuk itu, mereka mencari bahasa yang dapat dipahami dan dipakai oleh semua orang. Pada mulanya agak sulit untuk menentukan bahasa mana yang akan menjadi bahasa
persatuan., tetapi mengingat kesulitan-kesulitan untuk mempersatukan berbagai suku bangsa akhirnya pada 1926 Yong Java mengakui dan memilih bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar.
Dengan adanya bermacam-macam faktor seperti tersebut di atas,akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu saat berlangsungnya Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta dihasilkan ikrar bersama, “IkrarSumpah Pemuda”.
1. Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu Tanah air Indonesia.
2. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia.
3. Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.
D. Masa Jepang dan Zaman Kemerdekaan
Setelah Perang Dunia II, ketika tentara Jepang memasuki Indonesia, bahasa Indonesia telah menduduki tempat yang penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Usaha Jepang untuk menggunakan bahasa Jepang sebagai pengganti bahasa Belanda tidak terlaksana. Bahasa Indonesia juga dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga
pendidikan dan untuk keperluan ilmu pengetahuan.
Selepas tahun 1972, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicadangkan. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia semakin distandardkan.
Perubahan:
Sebelum 1972
Sejak 1972
Indonesia
Malaysia
tj
ch
c
dj
J
j
ch
kh
kh
nj
ny
ny
sj
sh
sy
j
Y
y
oe*
U
u
Catatan: Pada tahun 1947, "oe" sudah digantikan dengan "u".
Bahasa mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dan bangsa. Bahasa bukan saja merupakan alat komunikasi tetapi lebih dari itu bahasa dapat merupakan alat politis untuk mempersatukan bangsa.
Bahasa Indonesia di Persimpangan Jalan
Dewasa ini telah digalakkan usaha pengembangan bahasa Indonesia karena ada gagasan bahwa bahasa Indonesia harus dapat dijadikan bahasa keilmuan. Untuk itu perlu ada suatu tekad untuk memodernkan bahasa Indonesia. Usaha pemodernan telah ditandai dengan dibentuknya Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan diterbitkannya buku Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Indonesia Baku Bahasa Indonesia.
Lebih dari itu, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar belum merupakan suatu kebanggaan atau gengsi bagi penuturnya. Bahkan suatu struktur bahasa yang baik dan benar sering menjadi olok-olok sehingga dalam suatu artikel di sebuah majalah terkenal seorang penulis menganjurkan untuk mengganti Pusat Pembinaan Bahasa dengan Pusat Pembinasaan Bahasa. Penulis tersebut nampaknya tidak dapat membedakan antara bahasa baku dan ragam bahasa. Memang tidak mudah untuk memahamkan betapa pentingnya pengembangan dan pemodernan bahasa Indonesia kalau banyak orang (cendekiawan) yang sudah merasa mampu berbahasa Indonesia walaupun kemampuan tersebut mungkin diperoleh secara alamiah saja. Sementara itu, seorang pengamat bahasa dan sosial juga merasa frustrasi menyaksikan kenyataan bahwa sekarang orang lebih banyak menggunakan kesalahkaprahan sehingga dia menganjurkan untuk membakukan saja kesalahkaprahan tersebut (misalnya penggunakan kata daripada yang tidak pada tempatnya).
Bahasa dapat mempunyai dampak yang luas dalam penyebaran maupun pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia sedang bersaing dengan bahasa asing dalam menemukan ciri khasnya. Sikap sinis dan apriori terhadap pengembangan bahasa merupakan salah satu faktor yang menghambat pengembangan itu sendiri. Bahasa Indonesia nampaknya masih dipandang sebagai bahasa politis atau sebagai simbol persatuan tetapi belum dikembangkan menjadi sarana komunikasi untuk pengungkapan informasi yang kompleks dalam bidang keilmuan. Atas dasar struktur dan morfologi bahasa Indonesia yang sekarang tersedia, bahasa Indonesia sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi bahasa yang maju dan canggih sebagai bahasa keilmuan sehingga para pelajar dapat menikmati karya-karya sastra, ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi tanpa harus menunggu kefasihan berbahasa asing. Pada gilirannya, kefasihan berbahasa Indonesia akan sangat membantu proses dan pemahaman dalam belajar bahasa asing itu sendiri.
Perguruan tinggi merupakan pusat pengembangan ilmu sehingga perguruan tinggi tidak dapat melepaskan diri dari fungsinya sebagai pengembang bahasa Indonesia. Perguruan tinggi tidak harus tunduk pada apa yang nyatanya dipraktikkan tetapi harus dapat mempengaruhi selera penggunaan bahasa oleh masyarakat. Kalau perguruan tinggi hanya mengajarkan apa yang nyatanya dipraktikkan dalam masyarakat maka hilanglah fungsi perguruan tinggi sebagai agen pengembangan dan perubahan (kemajuan). Perguruan tinggi hanya berfungsi tidak lebih dari sebuah kursus keterampilan. Dalam hal penggunaan bahasa, memang dapat diterima pandangan yang menyatakan bahwa the public has the final taste. Akan tetapi, selera masyarakat dapat diarahkan menuju ke selera bahasa yang tinggi kalau alternatifalternatif yang berselera tinggi ditawarkan kepada mereka. Barangkali apa yang diungkapkan oleh Moeliono berikut dapat menjadi landasan kita dalam bersikap terhadap pengembangan bahasa. "The language planners and we mean not only the experts but also the members of other social groups who wish to see the Indonesian language become more refined, more flexible, more accurate and capable of serving its speakers in all of its purposes, should wholeheartedly try to guide the direction of the public's taste by setting the example that is sensitive to the language's uniformity as well as its multivariousness. If we want to expand the vocabulary and develop various styles, the problem that arises is whether the Indonesian language has enough means to make this modernization possible? To answer this question its speakers must exercise their creative power; they should not try to escape from difficulties and thereby abandon their ingrained tendency to stick to an accepted usage.
Sumber :
"Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah, Universitas Widyatama Bandung, 2007"
"Aspek Kebahasaan Indonesia Dalam Karya Tulis Akademik / Ilmiah/Kesarjanaan."
Langganan:
Postingan (Atom)